PURBALINGGA – Dalam rangka menurunkan biaya produksi pertanian dan meningkatkan minat generasi milenial pada dunia pertanian, Bappeda provinsi Jawa Tengah memberikan fasilitasi uji coba pengembangan drone penyemprot kepada kelomok tani “Mekar Tani” Desa Penolih, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga.

Drone Pertanian ini merupakan hasil pengembangan dari Kreativitas Inovasi Masyarakat (KRENOVA) Tahun 2020 yang merupakan hasil kolaborasi antara inventor dari Kabupaten Banyumas Bangun Setiawan dengan inventor dari Kabupaten Temanggung, Ganit Lingga. Drone pertanian yang kemudian dinerikan nama Rindan 5.0 ini merupakan hasil pengembangan dari drone kapasitas 1,1 L menjadi 5 L serta dengan berbagai penambahan fitur lain yang lebih canggih. Drone ini memiliki fitur dual kamera dan dilengkapi dengan GPS sehingga dapat diterbangkan otomatis sesuai titik yang telah ditentukan. Drone pertanian ini dapat dimanfaatkan untuk penyemprotan bahan cair seperti pestisida untuk pengendalian orgnaisme pengganggu tanaman (OPT), pupuk cair untuk pemupukan, maupun air untuk penyiraman.

Kegiatan sosialisasi Pengembangan Perekayasaan Inovasi dan Teknologi “Rekayasa Inovasi Teknologi Drone Pertanian (RINDAN)” dihadiri oleh Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Fungsional Perekayasa BRIN, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Kepala Bidang Ekonomi Bappelitbangda  Kabupaten Purbalingga, perwakilan Dinpermasdes Kabupaten Purbalingga, Camat Kaligondang, Kepala Desa Penolih, inventor drone pertanian, perwakilan kelompok tani Desa Penolih serta komunitas drone. 

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Bapak Sosro Purnomo selaku Kepala Desa Penolih yang menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dan kepercayaan yang diberikan oleh Bappeda Provinsi Jawa Tengah sehingga Desa Penolih dapat mendapat kesempatan untuk menjadi tempat percontohan dalam penerapan drone pertanian. Bapak Sosro berharap semoga penggunaan drone pertanian dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi pertanian, khususnya pemanfaatan oleh petani melalui gapoktan.

Selain itu, penggunaan teknologi diharapkan dapat memberikan daya tarik kepada generasi muda supaya mau terjun langsung dalam dunia pertanian. Sehingga akan terjadi proses regenerasi secara perlahan dan di masa depan dapat memenuhi kebutuhan ketersediaan petani.

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

-