Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan. Permasalahan stunting ini menjadi Strategi nasional dimana terdapat langkah-langkah berupa 5 (lima) pilar yang berisikan kegiatan untuk Percepatan Penurunan Stunting dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui pencapaian target nasional prevalensi Stunting yang diukur pada anak berusia di bawah 5 (lima) tahun. Percepatan penurunan stunting bukan hanya menjadi tugas pemerintah pusat, pemerintah provinsi tentunya mempunyai peran dalam perecepatan penurunan stunting salah satunya mensosialisasikan kebijakan percepatan pencegahan stunting, memfasilitasi pembinaan, pemantauan dan pengendalian, evaluasi, dan tindak lanjut atas kebijakan pelaksanaan program dan anggaran intervensi gizi prioritas di wilayah kabupaten/kota. Upaya tersebut juga dilaksanakan dengan kegiatan Aksi Konvergensi dimana aksi konvergensi merupakan instrumen dalam bentuk kegiatan yang digunakan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi gizi dalam pencegahan dan penurunan stunting. Aksi ini digunakan untuk meningkatkan kualitas pendekatan pelaksanaan program dan perilaku lintas sektor agar program dan kegiatan intervensi gizi dapat digunakan oleh keluarga sasaran yaitu rumah tangga 1.000 HPK dengan lebih efektif.

Dalam rangka melihat implementasi pelaksanaan aksi konvergensi di desa lokus, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melaksanakan peninjauan aksi konvergensi di Kabupaten Grobogan pada hari Kamis, tanggal 12 November 2021. Data yang didapatkan dari monitoring dan evaluasi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Grobogan. Adapun pihak yang terkait dalam kegiatan ini, Bappeda Provinsi, Dinas Kesehatan Provinsi, dan PKK. Hingga Bulan Agustus tahun 2020, persentase anak yang telah teridentifikasi serta terinput dalam sistem informasi E-PPGBM baru mencapai 60,8 % dari total seluruh anak yang ada di Kabupaten Grobogan. Dengan cakupan input 60,8%, teridentifikasi angka prevalensi stunting sebesar 4,59%. Lokus intervensi pada tahun 2021 terdapat 15 desa dan direncanakan pada 21 desa pada tahun 2022.

Kegiatan Review/monev dilaksanakan dalam bentuk pertemuan yang berisi dialog dan wawancara terkait program penurunan stunting di Desa Padang. Pertemuan dihadiri oleh Kades dan perangkat, Bidan, dan Kader Pembangunan Manusia (KPM). Kondisi di desa lokus terdapat 32 kasus pada bulan Oktober 2021. dukungan anggaran dana desa dialokasikan untuk PMTserta pemberian susu bagi balita di Posyandu. selain itu kegiatan yang dilaksanakan oleh kader pendamping keluarga dengan membentuk kelas ibu hamil, dimana terdata ada 10 ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK).

Tim aksi konvergensi Pemerintah Provinsi meninjau rumah sasaran balita stunting yang tidak jauh dari Kantor Kepala Desa. Kondisi yang ditemukan balita stunting diketahui tidak menunjukkan pertumbuhan sesuai usia setelah beberapa kali tidak melaksanakan pengukuran dikarenakan posyandu yang tidak melaksanakan kegiatan pada masa awal Covid-19. Sasaran tinggal bersama Ayah dan Ibu serta memiliki satu kakak dengan keadaan rumah berdinding kayu dan lantai semen tidak berkeramik.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

-