(Kabupaten Rembang, 26-10-2022)

Beberapa waktu terakhir ini, krisis energi menjadi fenomena yang meresahkan. Bukan hanya di Indonesia, tetapi fenomena ini juga terjadi di banyak negara. Di tengah krisis energi yang melanda dunia saat ini, diperlukan sebuah teknologi tepat guna yang efisien, ramah lingkungan serta murah untuk dimanfaatkan masyarakat. Untuk menjawab keresahan tersebut, Bappeda Provinsi Jawa Tengah menghadirkan sebuah inovasi teknologi pembangkit listrik energi terbarukan hibrid angin dan surya yaitu Omah Setrum Pintar (Omset Pintar) di Kabupaten Rembang tepatnya di Desa Kedungasem, Kecamatan Sumber. Omset Pintar merupakan karya Inovator KRENOVA asal Blora, Bapak Drs. Noer Chanief yang merupakan seorang guru di SMKN 1 Blora.

Inovasi Teknologi ini digunakan sebagai pembangkit listrik untuk digunakan pada lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang menghubungkan Desa Kedungasem dengan Desa Sidomulyo. C Hal ini merupakan wujud komitmen Bappeda Provinsi Jawa Tengah dalam penerapan teknologi tepat guna di masyarakat, percepatan pengembangan transisi energi terbarukan yang ramah lingkungan serta penguatan edukasi masyarakat mengenai energi terbarukan.

Tampak Perangkat Desa, tokoh masyarakat serta warga desa antusias berkumpul di Balai Desa Kedungasem. Turut hadir pula unsur Perangkat Daerah Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Rembang serta Fungsional Perekayasa BRIN pada kegiatan ini. Kegiatan Uji Coba dan Penerapan Omah Setrum Pintar dimulai pada pukul 09.00 WIB, diawali dengan kata sambutan oleh Kepala Desa Kedungasem Zulianah.

Dalam kata sambutannya, Zulianah menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas diterapkannya inovasi ini desanya. Jalan desa yang dulunya gelap gulita pada malam hari, kini sudah terang berkat adanya Omset Pintar. “Alhamdulillah, warga malam hari bisa nyaman lewat jalan itu. Tidak gelap lagi” kata beliau. Beliau juga menuturkan harapannya untuk mengembangkan desanya menjadi desa wisata dengan Omset Pintar sekaligus hadir sebagai wisata edukasi energi terbarukan.

Jalannya pelaksanaan kegiatan Uji Coba dan Penerapan juga melibatkan BAPPEDA Kabupaten Rembang dalam pemilihan lokasi penerapannya. “Dalam penentuan lokasi penerapan Omah Setrum Pintar ini, kami dari Bappeda Kabupaten Rembang Bersama Pak Noer Chanief sudah melaksanakan survei di beberapa lokasi. Alhamdulilah Desa Kedungasem ini yang kami pilih karena dari segi pencahayaan maupun angin serta kemanfaatannya bagi warga” kata Triana Husnul Khotimah, S.STP, M.Si selaku Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan BAPPEDA Kabupaten Rembang. Dari 5 lokasi awal yang direkomendasikan, akhirnya terpilihlah Desa Kedungasem dengan alasan-alasan seperti yang dijabarkan oleh beliau.

Kemudian acara dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Bidang Inovasi Teknologi, Agung Koenmarjono, SH. Beliau juga sekaligus membuka rangkaian acara pada hari ini. “Energi terbarukan ini adalah energi yang didapat secara gratis dari alam dan berkelanjutan. Omah Setrum ini hybrid tenaganya dari tenaga surya dan angin. Biaya untuk pemeliharaannya murah, tidak perlu bayar setiap bulan. Ini benar-benar inovasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.” jelas beliau. Beliau juga menuturkan terdapat 15 titik LPJU yang ditenagai oleh Omset Pintar, namun dari segi energi yang dihasilkan masih oversupply. Beliau berharap agar desa dapat mengembangkan lagi potensi dari Omset Pintar ini agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara maksimal.

Masuk ke dalam rangkaian acara utama dibawakan oleh narasumber sekaligus inovator dari Omset Pintar yaitu Bapak Drs. Noer Chanief. Awal mula ide dalam membuat Omset Pintar ini dari keprihatinan Pak Noer karena banyaknya destinasi wisata Blora yang berada di daerah pegunungan tidak mendapat fasilitas listrik. Menurut Pak Noer, Indonesia sebagai negara tropis memiliki potensi energi surya yang melimpah. Energi surya kemudian dikombinasikan dengan energi angin karena Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki garis pantai beribu-ribu kilometer dengan potensi angin yang cukup tinggi.

Omset Pintar sebagai sumber energi LPJU merupakan inovasi terbaru dengan energi yang dihasilkan lebih besar dari produk terdahulu. “Satu unit ini mampu menghasilkan energi sebesar 4800 Watt-Hour” jelas Pak Noer. Sebelumnya Omset Pintar hadir sebagai gazebo di desa wisata yang menyediakan listrik untuk pengisian daya gawai. Beliau menjelaskan bahwa energi yang dihasilkan masih dapat dimaksimalkan dengan penambahan titik LPJU. Di akhir paparan Pak Noer menjelaskan cara perawatan dan pemeliharaan Omset Pintar kepada perangkat Desa Kedungasem yang nantinya akan bertanggung jawab dalam pemeliharaan Omset Pintar.

Acara kemudian diakhiri dengan mengunjungi lokasi Omah Setrum di Dukuh Kedungwatu. Peserta kegiatan ramai berkumpul di depan tower Omset Pintar, ada yang berfoto ada juga yang menghilangkan rasa penasarannya dengan bertanya lebih lanjut dengan sang innovator. Kemudian Pak Noer memperagakan cara kerja Omset  pintar. Dengan scenario menutup sensor cahaya, lampu sepanjang jalan akan menyala secara otomatis.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

-