Semarang — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat iklim investasi daerah melalui penyelenggaraan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang dirangkaikan dengan kegiatan UMKM Grande 2026. Kegiatan tersebut digelar pada Senin, 11 Mei 2026 di Ballroom PO Hotel Semarang dan dihadiri oleh pemangku kepentingan dari pemerintah, dunia usaha, investor, hingga pelaku UMKM.

Forum ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan peluang investasi unggulan Jawa Tengah dengan calon investor, sekaligus memperkuat sinergi pengembangan ekonomi daerah berbasis potensi lokal dan pemberdayaan UMKM.

Dari perspektif Bappeda Provinsi Jawa Tengah, pelaksanaan CJIBF 2026 merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. Investasi dipandang sebagai salah satu pengungkit utama pembangunan, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah daerah, dan memperkuat konektivitas sektor unggulan.

Melalui forum ini, Jawa Tengah menawarkan berbagai potensi investasi strategis di sejumlah sektor prioritas, seperti industri manufaktur, kawasan industri, energi terbarukan, pariwisata, pangan, hingga ekonomi kreatif. Selain itu, pelaksanaan UMKM Grande 2026 turut memperlihatkan kesiapan pelaku UMKM Jawa Tengah dalam menghadapi pasar yang semakin kompetitif melalui produk-produk unggulan yang inovatif dan berkualitas.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem investasi yang kondusif. Dengan dukungan perencanaan pembangunan yang terintegrasi, Bappeda Provinsi Jawa Tengah terus mendorong sinkronisasi program pembangunan dengan kebutuhan investasi daerah agar mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Penyelenggaraan CJIBF 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan investasi unggulan di Indonesia, sekaligus memperluas akses pasar dan pengembangan usaha bagi UMKM lokal menuju daya saing global.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *