Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan kunjungan lapangan dalam rangka koordinasi strategis pengembangan konektivitas wilayah, pada 5–7 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah wilayah pembangunan Indonesia Barat, khususnya di Jawa Tengah.

FGD yang dilaksanakan di Kantor Bappeda Provinsi Jawa Tengah menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha dan pengelola kawasan industri. Dalam forum tersebut dibahas strategi penguatan konektivitas wilayah sebagai pengungkit daya saing dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah dalam paparannya menyampaikan bahwa konektivitas infrastruktur, khususnya transportasi dan logistik, memiliki peran penting dalam mendukung transformasi ekonomi daerah. Hal ini sejalan dengan arah pembangunan Jawa Tengah 2025–2029 yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah menekankan pentingnya penguatan rantai nilai industri serta perluasan akses pasar guna meningkatkan daya saing produk lokal. Upaya tersebut didukung melalui pengembangan kawasan industri, kemitraan antara industri kecil menengah (IKM) dengan industri besar, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dan standar produk.

Selain diskusi, kegiatan juga dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke sejumlah proyek strategis, seperti Jalan Tol Semarang–Demak, Kawasan Industri Terpadu Batang, dan Kawasan Ekonomi Khusus Kendal. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur dan potensi pengembangan konektivitas di lapangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat diperoleh masukan komprehensif terkait isu, tantangan, dan kebutuhan pengembangan konektivitas wilayah di Jawa Tengah. Hasilnya akan menjadi bahan perumusan kebijakan dalam rangka meningkatkan efisiensi distribusi, memperkuat integrasi antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *