BAPPEDA PROVINSI JAWA TENGAH GELAR KEGIATAN INTERMEDIASI TEKNOLOGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS UDANG VANAME

Pada kegiatan ini kami mengundang stake holder sekaligus objek yang berkaitan yaitu BAPPEDA dan Dinas Perikanan Kabupaten Jepara, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip, Fungsional Perekayasa BRIN, Inkubator Bisnis KKIB Undip dan STP Jepara dan pengusaha (CV. RIS SAMUDRA), audiens antusiasme mengikuti kegiatan Intermediasi Teknologi yang diinisiasi oleh BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah pada Selasa, 31 Maret 2023. Kegiatan tersebut mengusung tema ”Peningkatan Produktivitas Udang Vaname melalui Strategi Perekayasaan Pengelolaan Air” bertempat di Aula STP Jepara.

Acara diawali dengan sambutan selamat datang yang disampaikan oleh Dekan FPIK Undip Prof. Ir. Tri Winarni Agustini, M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya beliau menyampaikan, “ Apresiasi sebesar besarnya untuk kegiatan BAPPEDA Prov. Jateng dan STP Jepara, ini adalah langkah awal bersama untuk mendukung technopark marine sebagai tempat untuk kolaborasi antara Pemerintah, Perguruan Tinggi Lembaga Penelitian, Industri dan Masyarakat. Dengan adanya kolaborasi aktif antar stake holder diharapkan memberikan dampak postif bagi masyarakat, sehingga dapat menjadikan masyarakat inovatif dan berdaya saing.

Kemudian dalam sambutan pengarahan Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah, yang diwakili oleh Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi Bapak Agung Koenmarjono, SH menyampaikan bahwa, “Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendorong perkembangan ekonomi yang ada di masyarakat serta nenperkuat kolaborasi lintas sector dan multi stake holder. Dengan artian pada Kawasan science technopark yang saat ini berfokus pada bidang kemaritiman menjadi tempat penelitian yang nantinya siap diimplementasikan ke masyarakat dan memberikan dampak yang signifikan, selain itu Kawasan MSTP menjadi suatu wadah rujukan teknologi para petani atau petambak mengingat potensi yang cukup besar. Harapan kami kegiatan tidak hanya berhenti sampai di sini, namun secara berkelanjutan dapat dipantau perkembangannya. Sebagai informasi saat ini Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki CWS (Kantor Kerja Bersama) Semarang dengan periset sekitar 90 orang dari berbagai pusat riset dengan kepakaran yang beragam. Potensi ini juga dapat kita manfaatkan untuk kepentingan pengembangan technopark.”

 

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh narasumber, Prof. Ir. Widiasa, S.T., M.T (Direktur STP Jepara). Dalam sesi tersebut dipandu oleh Sub Koordinator Penerapan Inovasi dan Teknologi , Ibu Ameliasari Budprahara, S.IP,M.Si sebagai moderator.

 

Dalam pemaparan pertama diulas tema mengenai Peningkatan Produktivitas Udang Vaname melalui Strategi Perekayasaan Pengelolaan Air, Pembuangan air limbah tambak Udang pasca panen dinilai sangat mencemari lingkungan dan berbahaya bagi ecosystem laut namun dengan adanya Pengeloaan air yang disebut dengan RAS (Recirculating Aquaculture System). Air limbah yang dihasilkan dari tambak, diproses dan dikembalikan lagi ke dalam proses produksi. Seiring dengan perkembangan, hingga kini makin banyak petambak yang menerapkan. Kami meyakini tambak memiliki potensi yang sangat besar dan dapat menciptakan lapangan. Tambak menjadi satu kegiatan bidang usaha yang mampu meratakan pendapatan masyarakat. Jika tambak dapat diterapkan dimasyarakat dan dikelola dengan baik maka akan menjadi potensial dengan system budidaya super intensif. Pada Kawasan Science Technopark UNDIP memiliki berbagai fasilitas utamanya dalam pengelolaan udang dari hulu ke hilir yaitu Hatchery, Kolam Beton, Tambak Persegi kolam tanah lined HDPE, tambak bundar, Kolam Riset RAS dan tambak IMTA, cold storage dan laboratorium. Fasilitas ini digunakan untuk pengembangan riset dan SDM bidang kemaritiman, Adapun tantangan dari MSTP yaitu bagaimana membuat STP Jepara dengan fasilitasnya menjadi sarana untuk dapat mengembangkan kualitas budidaya dalam hal kemaritiman lebih berkembang dengan melalui pemanfaatan fasilitas yang ada pada STP Jepara. Diperlukan peningkatan skill bagi para petambak agar dapat meningkatkan kualitas hasil budidaya tambak yang mereka hasilkan. Kami mengajak para stakeholder terkait, baik dari BRIN untuk dapat memanfaatkan fasilitas yang ada disini menjadi co working untuk dapat menerapkan ilmunya demi pengembangan SDM di technopark dapat bekerja sama dengan FPIK untuk melakukan riset mengembangkan budidaya tambak selain udang. BAPPEDA bisa menginisiasi kegiatan yang korelasi dengan aktivitas yang ada dalam lingkup technopark. Ada publikasi bersama dan teknologinya dapat diterapkan di masyarakat, harapannya Undip melalui MSTP dapat ikut andil untuk penurunan stunting di Jawa Tengah serta meningkatkan produktivitas udang yang di tunjang dengan teknologi yang mudah di terapkan di masyarakat dengan nilai cost yang kecil.

 

 

 

 

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Skip to content