Kab. Brebes – Pada tahun 2021, Provinsi Jawa Tengah menjadi sentra bawang merah terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai 564,2 ribu ton. Sentra bawang merah terbesar di Jawa Tengah berada di Kabupaten Brebes. Daerah ini memberikan kontribusi 18,5% terhadap produksi nasional, atau 57% dari produksi Jawa Tengah.

Proses pengolahan bawang merah di lingkungan masyarakat Kabupaten Brebes masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan lebih banyak waktu dan mengurangi produktivitas. Oleh karena itu, BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah mengenalkan perangkat inovatif “Mesin Pengolah Bawang 3 in 1” melalui Kegiatan Business Technology Center (BTC) di SMKN 1 Kersana, Kabupaten Brebes pada Kamis (15/12/2022).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah, para guru, siswa siswi SMKN 1 Kersana jurusan Tata Boga, Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, dan Teknik Pengelasan. Hadir pula perwakilan pelaku usaha pengolah bawang serta Perangkat Daerah di Kabupaten Brebes yaitu BAPERLITBANGDA dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes.

Acara dibuka oleh Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi, Bapak Agung Koenmarjono, S.H. Beliau menyampaikan bahwa Bappeda Provinsi Jawa Tengah setiap tahunnya mengadakan lomba inovasi masyarakat melalui Krenova dan penjaringan inovasi. Inovasi masyarakat yang telah melalui seleksi selanjutnya diberikan pendampingan dan inkubasi. Selain itu, inovasi tersebut diterapkan dan direkayasa lebih lanjut untuk dapat memberikan manfaat lebih kepada kelompok sasaran. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan dan menerapkan inovasi Mesin Pengolah Bawang 3 in 1 untuk mendorong percepatan dan produktivitas proses pengolahan bawang serta menginspirasi pengembangan berikutnya sesuai dengan kompetensi atau keahlian para peserta kegiatan.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bapak Banu Riyowidhardo, inventor Mesin Pengolah Bawang 3 in 1. Beliau memaparkan bahwa Mesin Pengolah Bawang 3 in 1 memiliki keunggulan diantaranya dapat melakukan 3 proses yaitu mengupas, mengiris dan meniriskan bawang dalam satu mesin, ketersediaan komponen mesin mudah ditemukan di pasaran, proses kerja lebih cepat dan kualitan hasil meningkat, mesin dilengkapi dengan proteksi overload panas dan beban, serta bahan yang digunakan terbuat dari stainless steel dan food grade. Kemudain acara dilanjutkan dengan praktek penggunaan Mesin Pengolah Bawang 3 in 1 bersama para peserta.

Acara berikutnya yaitu diskusi antar peserta dan narasumber. Masukan dari peserta kegiatan yaitu untuk dapat ditambahkan pengatur waktu dan kecepatan. Komponen dan beberapa bagian alat dapat diganti sesuai dengan kebutuhan. Adanya sparepart mesin di pasaran memudahkan para peserta, khususnya siswa dari SMKN 1 Kersana untuk melakukan pengembangan dan modifikasi pada perangkat ini. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong dan mengembangkan kegiatan wirausaha dengan memanfaatkan inovasi teknologi di lingkungan sekolah.

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Skip to content