Kegiatan bertajuk Jateng Innovation  Hub (JIH) dengan mengusung tema Memupuk Budaya Inovasi pada Generasi Muda menuju SDM yang Kreatif, Inovasi dan Produktif yang diselenggarakan oleh BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah.

Acara diselenggarakan pada tanggal 28 September 2022 bertempat di lantai VI B BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah yang diikuti oleh 50 Pelajar Tingkat SMA/SMK se Jawa Tengah  Pemenang Lomba Festival Inovasi dan Kewirausahaan Indonesia (FIKSI) Tahun 2021 dan Nominator Tahun 2022 beserta Guru Pendamping.

Acara dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi Bapak Agung Koenmarjono, SH, menyampaikan bahwa BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah membangun ruang kreatif yang mempertemukan beragam komunitas inovatif  dalam satu area yag menyediakan dan memfasilitasi pelaku inovasi untuk berkolaborasi dalam upaya peningkatan daya saing daerah.

Dalam kesempatan ini, Para peserta diberikan motivasi dan pemahaman dalam menuangkan ide-ide kreatif sekaligus menjadi solusi pemecahan permasalahan dimasyarakat dengan pemanfaatan potensi yang ada didalam kehidupan sehari hari.

Kegiatan ini menghadirkan Mas Firman Setiaji selaku Inventor dan Founder Bengok Craft dari Kabupaten Semarang selaku Pembicara dan bertindak sebagai Moderator yaitu Ibu Amelisari Budiprahara, S.IP, M.Si. Bengok Craft merupakan karya pemuda yang tidak hanya menjadi solusi permasalahan lingkungan dikawasan Rawa Pening, namun juga memberdayakan masyarakat di sekitarnya.  Mas Firman setyaji membentuk usaha kerakyatan berbasis pemberdayaan masyarakat untuk mengolah eceng gondok menjadi kerajinan, dengan produk bernama Bengok Craftt melibatkan seluruh lapisan warga, mulai dari ibu-ibu sampai pemuda-pemudi Desa Kesongo Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Pembicara kedua yaitu Bapak Noer Chanief selaku Inventor Omah Setrum Pintar dari Kabupaten Blora salah satu peraih Penghargaan Inovasi Masyarakat Tingkat Nasional Tahun 2020 dari Presiden Republik Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa potensi yang ada didalam diri para siswa harus selalu dikembangkan jangan hanya sampai pada saat jenjang sekolah dan didampingi oleh Bapak dan Ibu Guru sebagai pendobrak dan agen perubahan bangsa.

Didalam era saat ini, kita harus bisa mengikuti perubahan dan selalu berinovasi agar dapat bersaing dan mandiri. Hal ini sesuai dengan komitmen pemerintah untuk mendorong dan memfasilitasi lebih banyak masyarakat untuk memperdalam dan menggali kembali potensinya masing-masing sehingga semakin kreatif dan inovatif, agar dapat membangun Jawa Tengah kuat dan mandiri secara bersama sama.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

-