Kab. Pekalongan – BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah mengadakan kegiatan Diseminasi Perekayasaan Inovasi dan Teknologi dengan Tema “Pemanfaatan Teknologi Pertanian untuk Menyongsong Ketahanan Pangan: Drone Pertanian dan Trash Composter” bertempat di Sambal Jawa, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, pada Selasa (15/11/22).

Peserta kegiatan ini terdiri atas unsur Bappeda, Dinas Pertanian beserta Penyuluh Pertanian, Dispermades, Dinkop UKM dari Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes, tenaga pendidik Program Keahlian Pertanian dari SMKN 1 Randudongkal, SMKN 2 Slawi dan SMK Islam Terpadu Warungpring.

Acara dibuka oleh Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi, Bapak Agung Koenmarjono, S.H. Beliau menyampaikan bahwa Indonesia dan Dunia saat ini tengah menghadapi ancaman krisis pangan dan krisis energi. Untuk itulah diperlukan usaha-usaha untuk dapat meningkatkan hasil pertanian masyarakat Indonesia melalui pendekatan teknologi. Bappeda Provinsi Jawa Tengah setiap tahunnya mengadakan lomba inovasi masyarakat melalui Krenova dan penjaringan inovasi. Inovasi masyarakat yang telah di seleksi selanjutnya diberikan pendampingan dan inkubasi. Selain itu, inovasi tersebut diterapkan dan direkayasa lebih lanjut untuk dapat memberikan manfaat lebih kepada kelompok sasaran. Setelah diterapkan dan direkayasa teknologi terpilih juga akan didesiminasikan kepada stakeholder dan Dinas Teknis terkait untuk mengenalkan, menerapkan serta memberikan ilustrasi perangkat inovatif, baik manfaat, penggunaan maupun perawatannya. Selain itu, menghadirkan calon mitra/partner strategis bagi inovator guna replikasi dan pengembangan lebih lanjut hasil rekayasa.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama oleh Bapak Suritno, inovator Perangkat trash composter, dengan tema “Teknologi Pembuatan Pupuk Kompos dan Pakan Ternak sebagai Alternatif Pengolahan Limbah Produk Pertanian”. Bapak Suritno menyampaikan bahwa perekayasaan teknologi tepat guna sektor pertanian saat ini sangat dibutuhkan dalam rangka  efisiensi biaya pengolahan lahan. Selain itu pengolahan hasil pertanian  juga dapat meningkatkan hasil usaha pertanian. Trash Composter sendiri merupakan alat pengolah limbah organik baik berupa daun, jerami, hingga sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos dan pupuk cair. Saat ini mesin trash composter telah dikembangkan untuk pengolah Jerami menjadi pakan ternak dan kompos. Diharapkan dengan adanya mesin trash composter dapat meningkatkan penghasilan petani melalui diferensiasi produk pertanian.

Materi kedua disampaikan oleh Bapak Ganit Lingga Rantika, inventor Drone Pertanian mengenai “Optimalisasi Penyemprotan Pupuk dan Pestisida menggunakan Perangkat Drone Pertanian (Rindan): Spesifikasi Alat, Mekanisme Kerja, Keunggulan, Manfaat serta Pemeliharaannya”. Beliau menyampaikan bahwa dengan teknologi drone spraying memiliki keunggulan pada pengaplikasian pestisida menjadi lebih cepat, efektif dan hemat. Dengan drone dapat menjangkau area yang sulit dan terjal. Selain itu dapat mengurangi kontak petani dengan bahan kimia, sehingga lebih sehat dan aman. Teknologi drone memiliki berbagai fitur yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Acara berikutnya yaitu tanya jawab dan diskusi antar peserta dan narasumber. Peserta sangat antusias pada kedua inovasi yang telah dipaparkan oleh narasumber. Berdasarkan hasil diskusi terdapat beberapa tantangan pengembangan teknologi trash composter seperti penyempurnaan tabung fermentasi menjadi anaerob sehingga proses pembusukan menjadi lebih sempurna dan menghasilkan pupuk dengan nutrisi yang cukup. Sedangkan untuk teknologi drone pertanin dapat dikembangkan untuk penyemprotan hama yang berada di akar tanaman. Selain itu juga diperlukan rekayasa lanjutan untuk pengapliksian pada tanaman yang mudah rebah agar tanaman tidak terdampak angin baling-baling drone. Dengan kegiatan diseminasi ini diharapkan dapat menjembatani antar instansi dan pihak-pihak terkait untuk dapat berkolaborasi menerapkan dan mengembangkan inovasi teknologi menjadi semakin aplikatif dan efisien.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

-