Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk serta meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi pangan yang bergizi. Salah satu produk peternakan yang populer adalah produk unggas, yaitu ayam dan itik. Namun, usaha peternakan ayam maupun itik belum berkembang secara optimal antara lain karena belum tersedianya bibit unggul serta cara budidaya yang tidak efisien. Di negara berkembang, usaha ternak ayam lokal berperan penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.

karena usaha tersebut melibatkan sebagian besar masyarakat. Pengembangan ayam lokal di Indonesia hendaknya diarahkan pada peningkatan skala kepemilikan dan perbaikan teknik budidaya dengan mengubah pola pemeliharaan dari pola ekstensif tradisional (sistem umbaran) ke usaha intensif komersial sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dan kesempatan kerja. Dalam rangka menciptakan bibit unggul untuk peternakan unggas telah digunakan mesin tetas telur. Namun produk mesin yang ada dipasaran masih ada beberapa kelemahan antara lain:

 

  1. Penempatan telur di dalam Mesin Tetas dengan posisi berdiri;
  2. Kelembaban rendah;
  3. Candling dilakukan 2 atau bahkan sampai 3 kali dalam 1 periode penetasan.
  4. Masih dilakukan penyemprotan ekstra/tambahan.

Menyikapi kondisi dimaksud, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bermitra dengan Inventor Krenova berupaya terus mendorong pemanfaatan inovasi teknologi berbasis lokal dalam rangka menjawab kebutuhan teknologi bagi peternak unggas. Salah satu temuan teknologi yang diperkenalkan adalah Mesin Tetas Telur Sistem Conveyor, Teknologi terapan ini merupakan salah satu jebolan pemenang utama KRENOVA th. 2018. Beberapa keunggulan dari Inovasi Teknologi Mesin Tetas Telur Sistem Conveyor yaitu:

  1. Penempatan telur tidur, seperti induk asli.
  2. Adanya Hygrometer untuk mengatur kelembaban Ruang Tetas yang mencapai 80% dan sangat konstan,
  3. Candling telur dilakukan di dalam mesin,
  4. Pemutaran Telur Semi Otomatis

Maksud dan tujuan di ciptakanya Mesin Tetas Telur Sistem Conveyor di Kabupaten Pemalang, yaitu :

  1. 1. Menghadirkan ke tengah – tengah kelompok peternak unggas sebuah perangkat penunjang usaha berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi;
  2. 2. Menghasilkan suatu mesin tetas telur yang berkualitas yang dapat meningkatkan presentase keberhasilan penetasan telur dan menghasilkan bibit yang berkualitas;
  3. 3. Mengatasi permasalahan kebutuhan teknologi masyarakat terkait pengembangan mesin tetas telur;
  4.  
  5. Output yang diharapkan dari kegiatan Pengembangan Teknologi Mesin Tetas Telur Sistem Conveyor di Kabupaten Pemalang, yaitu :1. Terpenuhinya kebutuhan teknologi bagi peternak unggas guna mendukung peningkatan dan pemenuhan swasembada daging;Perangkat inovatif Mesin Tetas Telur Sistem Conveyor dapat diterima dan dimanfaatkan secara maksimal sebagai penunjang kegiatan usaha ternak unggas;
  6. 2. Temuan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan proses produksi secara signifikan untuk meningkatkan keberhasilan penetasan telur dan menghasilkan bibit unggul unggas (ayam dan itik) guna pengembangan peternakan di Kab. Pemalang;

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *