Monitoring dan evalausi pelaksanaan program perhutanan sosial di Kabupaten Sragen di laksanakan pada hari Jumat, 19 Maret 2021 dengan fokus monitoring pada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Banyuurip Lestari Desa Banyuurip Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen. Tim monitoring terdiri dari Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Bappeda Provinsi Jawa Tengah,dan Dinas LHK Provinsi Jawa Tengah. Monitoring dan Evaluasi ini dilakukan guna menggali kendala yang dihadapi oleh LMDH Banyuurip Lestari dan sekaligus berdiskusi langsung untuk mencari solusi, baik yang bersifat teknis maupun non teknis. Sehingga dapat diperoleh data yang lebih akurat untuk bahan perencanaan yang lebih baik.

Beberapa masalah yang dihadapi oleh LMDH Banyuurip Lestari adalah terkait dengan permodalan, kurangnya pelatihan, dan sosialisasi untuk anggotanya. Dalam kegiatan ini, Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah berpesan agar ada spesialisasi pekerjaan di dalam anggota kelompoknya sehingga hasil yang diperoleh akan lebih optimal, perlunya pengolahan bahan baku untuk mendapatkan nilai tambah serta mengoptimalkan upaya – upaya dalam mengatasi permasalahan yang ada sebelum mengharapkan bantuan dari Pemerintah. Selain itu perwakilan dari BAPPEDA juga menyampaikan agar kebutuhan dari LMDH dapat diusulkan pula melalui rembugan.jatengprov.go.id.

LMDH Banyuurip Lestari, merupakan LMDH yang sudah cukup berhasil, mereka memiliki beberapa Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) seperti KUPS jagung, tebu, peternakan, empon-empon, pisang barangan merah, dan pengayaan rumput adot.

Dengan model pengelolaan hutan melalui skema Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK) diharapkan masyarakat di sekitar kawasan hutan mampu berdaya dan keluar dari garis kemiskinan serta hutan kita tetap terjaga dan lestari.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *