Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian didampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kiri) dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Abdul Halim Iskandar memberikan keterangan kepada wartawan di Holy Stadium Semarang.

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Abdul Halim Iskandar menuturkan, pada tahap pertama atau putaran pertama tahun ini pihaknya akan menganggarkan 40 persen dana desa atau sejumlah Rp 29 triliun untuk dipergunakan dalam pemaksimalan padat karya tunai desa.

Nantinya dana tersebut dapat untuk menggerakan 79 juta pekerja di Indonesia. Sehingga uang dapat berputar untuk dapat menambah ketahan menghadapi tekanan dan tantangan ekonomi yang ada.”Itu semua dimanfaatkan tanpa merubah APBDes. Sebab APBDes memang tidak bisa dirubah,” ujarnya usai Rapat Kerja Percepatan Penyaluran dan Pengelolaan Dana Desa Tahun 2020 di Holy Stadium Semarang (18/2/2020).

Terkait dengan program pembangunan yang ada di APBDes, pihaknya menginstruksikan agar dapat menggunakan dana pada periode kedua atau ketiga. Sehingga pada periode pertama dapat fokus untuk program diatas.

“Nanti kloter kedua akan diberikan 40 persen dan ketiga 20 persen. Itu yang nanti dapt digunakan untuk pembangunan lainnya,” pungkasnya. 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *