Brebes – Pemerintah Pusat memiliki komitmen kuat terhadap konservasi dan rehabilitasi lingkungan di kawasan pesisir. Salah satu upaya yang dilakukan melalui Pengembangan Persemaian Bibit Mangrove Skala Besar di beberapa lokasi. Kabupaten Brebes telah terpilih sebagai salah satu lokasi program pada Rapat Koordinasi Tingkat Menteri dan kunjungan lokasi oleh Menko Kemaritiman dan Investasi beberapa waktu lalu. Selanjutnya telah diselenggarakan rapat tingkat daerah pada hari Rabu, 10 Maret 2021 untuk persamaan persepsi dalam rangka persiapan Pembangunan Persemaian Mangrove Modern Brebes (PPMB) oleh Pemerintah Pusat. Kesiapan dukungan daerah merupakan salah satu kunci agar program ini dapat berhasil.

Rencana lokasi ini berada di desa Randusanga Kulon dan Desa Kaliwlingi Kec. Brebes dengan luas 10 (sepuluh) Ha. Alasan pemilihan lokasi karena pertimbangan potensi kesesuaian lahan yang tinggi, varian jenis mangrove sudah terbukti bisa tumbuh dan hasil studi penelitian oleh beberapa negara. Direncanakan PPMB akan mampu memproduksi hingga 10 jt batang mangrove/tahun.

Kepala Desa Randusanga Kulon, Affan Setiono, menuturkan bahwa pemerintah desa dan masyarakat sangat mendukung adanya program tersebut dan berharap akan memberikan dampak positif bagi desanya utamanya melalui penciptaan lapangan kerja baru.

Pemerintah Provinsi mendukung melalui Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah Wilayah V dan Cabang Dinas Kelautan Wilayah Barat utamanya penanaman mangrove di desa Sawojajar Kec. Wanasari Kab. Brebes sebagai kawasan penyangga untuk kawasan sekitar Randusanga Kulon dan Desa Kaliwlingi.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *