Rapat Teknis Optimlisasi Peran Perguruan Tinggi dalam Pencapaian Target TPB/SDGs

 

  1. Drs. Edi Wahyono, M.Si (Kabid Pemsosbud)

Peran perguruan tinggi yang diharapkan antara lian: (1) Peningkatan Kapasitas (2) Pemantauan dan Evaluasi, (3) Policy Research

Hanya saja, sepertinya perguruan tinggi masih “mendiamkan” SDGs ini sebagai  isu strategis yang perlu dikembangkan dan ditangani. Buktinya:

  • Belum banyak kampus yang memiliki SDGs Center
  • Belum banyak kampus menjadikan SDGs sebagai tridarma perguruan tinggi
  • Belum banyak policy paper dihasilkan kampus

SDGs perlu masuk menjadi bagian dari kognisi (budaya) dan praktek akademik di masyarakat kampus (dosen, peneliti, mahasiswa).

Berharap dari Semarang – Jawa Tengah tumbuh kepedulian kampus terhadap isu SDGs dalam kerangka membantu meningkatkan capaian target SDGs membaik, sebagai gerakan bersama untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

  1. Dr. Amirudin, MA (Dosen Fakultas Ilmu Budaya)

SDGs/ TPB sebagai prospektif melakukan kontribusi pencapaian TPB/SDGssesuai dasar regulasi.

Peran perguruan tinggi peran actor (PT, OMS, Media, Akademisi dan Pelaku Bisnis) dalam melaksanakan pencapaian TPB/SDGs di Jawa Tengah

University in Achieving an Agenda 2030: Zero Goals

  • Menjadi Tim Koordinasi Pelaksanan TPB
  • Internalisasi SDGs ke dalam kognisi masyarakat
  • Unit of Teaching Industries
  • Unit of Career Center
  • Katalis dan inisiator Non-State, Initiative Forum for Suistainaibility Development
  • Bikin pusat unggulan (center of excellence) dalam 3 fungsi kampus yg relevan dg SDGs
  • Kerjasama internasional U to U  untuk peningkatan kapasitas
  • Memasukan SDGs sebagai agenda riset, edukasi, dan pengabdian masyarakat
  • Pemetaan, Pengembangan dan Penyempurnaan Indikator
  • Mainstreaming & integrasi SDGs ke dalam dokren lainnya
  • Penyusunan RAD
  • Policy research (Evaluasi, Analisis Keselarasan Indikator, Potensi, dll);

Pelaksanaan

  • Pemantauaan mahasiswa pada pekerja ibu-ibu untuk memantau DBD, bumil, anemia (1 risti 1 mahasiswa untuk menurunkan AKI)
  • Pelaksanaan KKN  [Rata-rata 250 desa/tahun dg 2 multi-program,  2 monoprogram per mhs:
  • Unit Career Center (UCC)  untuk memperpendek masa tunggu kerja lulusan
  • Riset terapan untuk peningkatan pendapatan petani/nelayan dlll
  • Kerjasama dengan perusahaan untuk penanganan anemia, DBD, kespro, bumil,
  • Merealisasikan program kampus yang menjadi komitmen bagi pencapaian target SDGs

 

Monev

  • Midterm review
  • Monev  SDGs berbasis data melalui pembentukan forum data

 

Perguruan Tinggi yang sudah ada SDGs center:

  1. Unpad
  2. ITB
  3. Unhas
  4. Unibraw

 

Drs. Mulyo Hadi Purnomo, M.Hum (Dosen Fakultas Ilmu Budaya)

17 goals dalam SDGs persoalannya adalah mahasiswa dan dosen belum paham tentang SDGs, anak muda jaman sekarang lebih familiar dengan bahasa milenial, generasi tak perlu menghafal 17 goals cukup mengaplikasikan kegiatan yang mendukung SDGs dikampus.

 

Mahasiswa FIB (1):

Generasi anak muda sekarang belum paham atau mengenal SDGs, paling tidak di program yang sudah dilakukan kegiatan kampus membentuk wadah teater atau drama yang mendukung program penurunan kemiskinan Jawa Tengah, Contohnya adalah: penggalan dana hasil kreativitas mahasiswa untuk disumbangkan kepada masyarakat miskin.

 

Mahasiswa FIB (2)

Program yang sudah dilauching adalah inovator nusantara program yang telah dilaksanakan bulan november 2018 adalah:

  • Tanpa kemiskinan
  • Keseteraan gender

Program ini merupakan kegiatan yang mendukung SDGs serta agenda megentaskan kemiskinan dan pencegahan kekerasan anak perempuan Jawa Tengah

 

Dosen USM:

Untuk mengurangi kemiskinan program yang sudah dilakukan pemerintah provinsi Jawa Tengah dengan perguruan tinggi adalah program KKN Tematik termasuk mendukung pencapaian target SDGs yaitu pada goal 1 yaitu: mengakhiri kemiskinan.

Tapi belum secara siginifikan untuk menurunkan angka kemiskinan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *