RAPAT EVALUASI RENCANA AKSI DAERAH PANGAN DAN GIZI (RAD-PG) PROV. JATENG TAHUN 2017 DAN SOSIALISASI PERATURAN PRESIDEN NOMOR 83 TAHUN 2017 TENTANG KEBIJAKAN STRATEGIS PANGAN DAN GIZI

Proses pembangunan yang paling mendasar di Jawa Tengah adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan hal ini selalu menjadi salah satu prioritas pembangunan baik skala nasional maupun daerah dari periode satu ke periode lainnya. Selain itu untuk mewujudkan SDM Jawa Tengah yang berkualitas dan berdaya saing tinggi dilakukan melalui pembangunan pangan dan gizi untuk meningkatkan kualitas hidup, produktivitas dan kemandirian. Pembangunan pangan dan gizi merupakan rangkaian aktivitas pembangunan multisektor, mulai dari aspek produksi pangan, distribusi, keterjangkauan, konsumsi sampai pada aspek pemanfaatan yang mempengaruhi status gizi. Untuk meningkatkan efektifitas pembangunan pangan dan gizi maka diperlukan Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi (RAN-PG) dan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG).

Penyusunan Rencana Aksi Pangan dan Gizi merupakan amanat dari Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, khususnya pasal 63 ayat (3) yang menyebutkan “Pemerintah dan Pemerintah Daerah menyusun Rencana Aksi Pangan dan Gizi setiap 5 (lima) Tahun”. Rencana aksi ini juga merupakan upaya melaksanakan Undang-undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan Peraturan Presiden No.42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi. Khusus Peraturan Presiden No.42 tahun 2013 adalah merupakan upaya khusus penggalangan partisipasi dan kepedulian pemangku kepentingan secara terencana dan terkoordinir untuk Percepatan Perbaikan Gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Pemerintah melalui Peraturan Presiden No. 2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015–2019 juga menegaskan pentingnya percepatan perbaikan gizi masyarakat melalui penguatan peran lintas sektor dalam rangka intervensi sensitif dan spesifik yang didukung oleh peningkatan kapasitas pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam pelaksanaan rencana aksi pangan dan gizi.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyusun Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015-2019, yang disahkan melalui Peraturan Gubernur Nomor 85 Tahun 2016. Pembangunan pangan dan gizi pada akhir tahun 2019 diarahkan untuk pencapaian:

  1. Produksi padi (10.392.833 ton)
  2. Produksi jagung (3.065.394 ton)
  3. Produksi kedelai (158.905 ton)
  4. Produksi gula (296.476 ton)
  5. Produksi daging (293.353.639 kg)
  6. Produksi ikan: (a). Perikanan tangkap (295.500 ton), (b). Perikanan budidaya (510.433,3 ton)
  7. Produksi garam (764.033 ton)
  8. Skor PPH (87,2)
  9. Tingkat konsumsi kalori (2.150 kkal/kap/th)
  10. Konsumsi ikan (23,68 kg/kap/th)
  11. Prevalensi anemia pada ibu hamil (28%)
  12. Persentase bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) (8%)
  13. Persentase bayi <6 bulan ASI eksklusif (65%)
  14. Prevalensi balita underweight (15%)
  15. Prevalensi balita kurus (wasting) (8%)
  16. Prevalensi balita pendek dan sangat pendek (stunting) (23%)
  17. Prevalensi berat badan lebih dan obesitas pada penduduk usia >18 tahun (<6%)

Berbagai program dan kegiatan multisektor dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi didukung oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten/Kota sebagai upaya untuk mencapai target RAD-PG Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015-2019. Di Jawa Tengah, multi sektor yang terlibat dalam pelaksanaan RAD-PG:

  1. OPD Provinsi :
  2. Dinas Kesehatan; Dinas Ketahanan Pangan; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan; Dinas Pemberday  Masyarakat Desa, Kepend dan Catatan Sipil; Dinas Pemberdayaan  Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana; Dinas Pertanian dan Perkebunan; Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan; Dinas Kelautan dan Perikanan; Dinas Komunikasi  dan Informatika; Dinas Perindustrian dan Perdagangan; Dinas Sosial; Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya; Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang; Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi; Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata; Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan; Badan Perenc Pembangunan, Penelitian dan Pengemb Daerah);
  3. Instansi Pusat di Jawa Tengah :
  4. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Jawa Tengah; Kanwil Kantor Agama Jawa Tengah; Badan Pusat Statistik Jawa Tengah);

(3) 35 Kab/Kota (melalui penyusunan RAD PG Kab/Kota). Secara sinergis, Pemerintah Provinsi juga melakukan advokasi penyusunan RAD PG kepada 35 Kab/Kota di Jawa Tengah yang telah dimulai pada tahun 2016. Dengan tersusunnya RAD PG Kab/Kota nantinya, maka akselerasi pembangunan pangan dan gizi dapat terwujud dengan mengacu target untama pencapaian Rencana Aksi Nasional (RAN) PG Multisektor.

Untuk mengetahui efektifitas dari pelaksanaan rencana aksi daerah pangan dan gizi perlu dilakukan Evaluasi pelaksanaan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015-2019 untuk periode capaian tahun 2015 sampai Tahun 2017. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut diharapkan berbagai kendala baik menyangkut pemenuhan target capaian indikator maupun teknis pelaksanaan dan koordinasi di lapangan dapat diselesaikan dengan baik karena konsep multi sektor membutuhkan koordinasi yang lebih intensif secara lintas sektor, melalui koordinasi dan integrasi perencanaan awal; penentuan prioritas (sasaran dan jenis kegiatan); koordinasi untuk membahas tantangan, proses, dan berbagai faktor yang terjadi pada saat pelaksanaan.

>>Download Materi<<

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *