Rakor IPM

Pembangunan Manusia didefinisikan sebagai suatu proses memperbanyak pilihan-pilihan yang dimiliki oleh manusia. Di antara banyak pilihan tersebut, pilihan yang terpenting adalah untuk berumur panjang dan sehat, berilmu pengetahuan dan mempunyai akses terhadap sumber daya yang dibutuhkan agar dapat hidup secara layak. Untuk mengukur dimensi kesehatan digunakan angka harapan hidup waktu lahir. Selanjutnya untuk mengukur dimensi pengetahuan digunakan gabungan indikator rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah. Adapun untuk mengukur dimensi hidup layak digunakan indikator kemampuan daya beli masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok makanan dan bukan makanan, yang dilihat dari rata-rata besarnya pengeluaran per kapita sebagai pendekatan pendapatan yang mewakili capaian pembangunan untuk hidup layak.

Salah satu permasalahan pembangunan di Jawa Tengah adalah masih rendahnya kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut antara lain ditunjukkan dengan indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan kualitas hidup manusia, dimana IPM Provinsi Jawa Tengah tahun 2011-2016 (Metode Baru) berdasarkan data Badan Statistik Nasional; Jawa Tengah  mencapai 69,98 masih di bawah rata-rata IPM Nasional.

IPM Jateng tidak mampu mengimbangi peningkatan IPM provinsi-provinsi lain di Indonesia terutama Provinsi yang ada di Pulau Jawa. Berdasarkan metode penghitungan terbaru tersebut, pada tahun 2015 IPM Provinsi Jawa Tengah menempati peringkat ke-12 dari 34 provinsi di Indonesia, yaitu sebesar 69,49. Jateng tertinggal dari Bali, Bangka Belitung, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Kalimantan Utara, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Kalimantan Tengah, Kepulauan Seribu, Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Yogyakarta yang secara ekonomi memiliki kemampuan setara dengan Jateng. Semakin menurun peringkat IPM Jateng memberikan pertanda bahwa program dan kegiatan pembangunan untuk meningkatkan derajat kesehatan, pendidikan dan daya beli masyarakat sebagai dasar perhitungan IPM yang selama ini dilakukan oleh Pemprov Jateng perlu untuk dievaluasi dan dikaji secara cermat .

Pencapaian target IPM Jateng, yang masih lebih rendah jika dibandingkan dengan IPM nasional 2015 yang mencapai 69,55 dan tergolong rendah jika dibandingkan Provinsi di Pulau Jawa, maka diperlukan upaya strategis melalui berbagai program pembangunan manusia.

Memperhatikan kondisi capaian IPM Provinsi Jawa Tengah, maka perlu diselenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) IPM dalam rangka mengidentifikasi persoalan daerah, memperoleh masukan, dan merumuskan langkah-langkah konkret untuk mendukung pelaksanaan kajian program/kegiatan untuk mendukung capaian target IPM.

MAKSUD & TUJUAN

Maksud dari kegiatan Rakor IPM adalah dalam rangka menyamakan persepsi mengenai konsep pembangunan manusia, Indeks Pembangunan (metode baru), dan mensinergikan program/ kegiatan Kabupaten/Kota dalam peningkatan IPM di Jawa Tengah. Maka BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Kajian Program/Kegiatan untuk Mendukung Capaian Target IPM. Hasil Rakor selanjutnya diharapkan akan menjadi salah satu pegangan/bahan informasi yang penting bagi pihak ketiga dalam pekerjaan mengkaji program/kegiatan untuk mendukung capaian target IPM.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan penyelenggaraan Rakor kajian program/kegiatan untuk mendukung capaian target IPM, antara lain :

  1. Menyamakan pemahaman metode baru dalam capaian target IPM;
  2. Mengidentifikasi berbagai program/kegiatan perangkat daerah di lingkungan Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam rangka pembangunan manusia;

Memperoleh masukan tentang aspek-aspek yang dibutuhkan dalam melakukan kajian program/kegiatan untuk mendukung capaian target IPM Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017 dan 2018

Keluaran/output  Rakor IPM, antara lain :

  • mendapatkan informasi tentang gambaran/permasalahan-permasalah tiap Kabupaten/Kota tentang pencapaian target IPM terkini;memperoleh masukan/rekomendasi, baik dari para narasumber maupun secara langsung tiap Kabupaten/kota;Bahan hasil Rakor dalam bentuk dokumen laporan sebagai sumber informasi atau bahan untuk mendukung pekerjaan kajian program/kegiatan untuk mendukung capaian target IPM.

 

1 thought on “Rakor IPM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*