Press Release Inflasi

Perihal tersebut diatas, dengan hormat kami laporkan hal-hal sebagai berikut :
1.    Press Release Berita Resmi Statistik dan Sosialisasi Pendataan UMB-UMK SE 2016 Lanjutan, dilaksanakan pada Hari Senin tanggal 4 Juni 2018 di Aula lt 5  BPS Provinsi Jawa Tengah Jl. Pahlawan Nomor 6 Semarang, dumulai pukul 11.00 WIB s/d Pukul 12.00 WIB dipimpin oleh Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah yang sekaligus membuka secara resmi acara Press Release Berita Resmi Statistik, diikuti 31 Undangan terdiri dari Perwakilan OPD Provinsi Jawa Tengah 11 OPD), Bulog, Bank Indonesia Perwakilan Semarang, Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, TVRI Semarang, Lembaga LayananPublik (RRI), Pemred Radio Swasta,  Pemred Media Cetak dan Elektronik.
2.    Tema yang disampaikan pada acara tersebutadalah :
   a.    Perkembangan Indeks Harga Konsumen/ Inflasi di Jawa Tengah.
   b.    Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Harga Produsen Gabah di Jawa Tengah
   c.    Perkembangan Pariwisata Jawa Tengah Bulan April 2018.
   d.    Perkembangan Statistik Transportasi Jawa Tengah Bulan April 2018.
3.    Substansi yang disampaikan Press Release Berita Resmi Statistik antara lain sebagaiberikut :
a.    Perkembangan Indeks Harga Konsumen/ Inflasi di Jawa Tengah.

  • Pada bulam Mei 2018 di Jawa Tengah terjadi deflasi sebesar 0,01%. Deflasi di Jawa Tengah terjadi di 2 kota, sedangkan 4 kota yang lainnya mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di kota Semarang sebesar 0,09% dan kota Cilacap sebesar 0,08%. Untuk inflasi tertinggi terjadi di kota Tegal sebesar 0,24%, kota Kudus 0,14%, kota Surakarta 0,04% dan terendah kota Purwekerto sebesar 0,01%.
  • Deflasi di Jawa Tengah terjadi karena turunnya harga pada kelompok bahan makanan sebesar 0,65%. Kelompok pengeluaran lainnya mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,29%), sandang (0,26%), transportasi, komunikasi dan jasa keuangan (0,16%), keehatan (0,12%), perumahan,air,listrik,gas dan bahan bakar (0,10%), dan pendidikan,rekreasi dan olahraga (0,02%).
  • Penyebab utama deflasi Jawa Tengah Mei 2018 adalah turunnya harga bawang putih, cabai merah, beras, cabai rawit, dan nangka muda dan yang menahan laju deflasi adalah naiknya harga telur ayam ras, daging ayam ras, jeruk, nasi dengan lauk pauk dan bawah merah.
  • Inflasi terjadi di semua ibukota provinsi di Pulau Jawa. Inflasi tertinggi terjadi di DKI Jakarta (0,45%), diikuti kota Bandung (0,22%), kota Surabaya (0,17%), Kota Serang (0,16%), dan terendah kota Yogyakarta (0,08%). Sedangkan deflasi terjadi di Kota Semarang sebesar 0,09%.

b.    Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Harga Produsen Gabah di Jawa Tengah.

  • NTP Jawa Tengah pada Mei 2018 naik 0,03 persen menjadi 101,19 dibandingkan NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP karena Indeks Harga Yang Diterima Oleh Petani (It) naik sebesar 0,22 persen menjadi 132,97 lebih tinggi dibandingkan dengan Indeks Harga Yang Dibayar Oleh Petani (Ib) yang naik sebesar 0,19 persen menjadi 131,40.
  • Terdapat tiga subsektor yang mengalami kenaikan indeks yaitu sebsektor Tanaman Pangan naik 0,73 persen, subsektor Peternakan naik sebesar 0,20 persen, dan subsektor Perikanan naik sebesar 1,10 persen. Sedangkan dua subsektor mengalami penurunan indeks yaitu subsektor Hortikultura turun 0,19 persen, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun sebesar 0,45 persen.
  • Pada Mei 2018, komoditas yang mengalami kenaikan harga, diantaranya adalah gabah, ketela pohon/ubi kayu, jagung, dan lain-lain. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain: cabai merah, kol/kubis, kentang karet, nilam, vanili, kopi, dan tebu.
  • Indeks Konsumsi Rumah Tangga Pedesaan di Jawa Tengah Mei 2018 mengalami inflasi sebesar 0,09 persen.
  • Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Petani (NTUP) Jawa Tengah Mei 2018 sebesar 107,48 atau turun 0,17 persen dibandingkan NTUP bulan seblumnya.

c.    Perkembangan Pariwisata Jawa Tengah Bulan April 2018.

  • Jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Jateng melalui pintu masuk Bandara Adi Sumarno dan Ahmad Yani pada April 2018 mencapai 2042 kunjungan, hal ini menunjukkan kenaikan sebesar 1,09 persen di banding bulan Maret 2018 sebanyak 2020 kunjungan.
  • Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jateng periode April 2018 naik sebesar 3,51 poin atau naik dari Maret 2018 sebesar 43,39 persen menjadi 46,90 di bulan April 2018.
  • Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel berbintang pada april turun 0,05 poin, dari Maret 2018 sebesar 1,40 malam menjadi 1,35 malam di bulan April 2018.

d.    Perkembangan Statistik Transportasi Jawa Tengah Bulan April 2018.
Transportasi Udara

  • Jumlah keberangkatan (embarkasi) penumpang angkutan udara pada April 2018 sebanyak 336.844 orang yang terdiri dari penerbangan domestic sebanyak 327.577 orang dan penerbangan internasional sebanyak 9.267 orang. Jumlah ini lebih besar di banding bulan Maret 2018 yang hanya sebesar 317.439 orang.
  • Jumlah kedatangan (debarkasi) penumpang angkutan udara pada bulan April 2018 sebanyak 341.119 orang yang terdiri dari penerbangan domestic sebanyak 331.837 orang dan penerbangan internasional sebanyak 9.282 orang. Jumlah ini lebih besar dari bulan Maret 2018 yang hanya 327.526 orang.

Transportasi Laut

  • Jumlah keberangkatan (embarkasi) penumpang angkutan laut sebanyak 10.543 orang atau turun 9,53 persen dari bulan sebelumnya dan jumlah kedatangan (debarkasi) penumpang angkutan laut sebanyak 5.277 orang atau naik 52,78 persen dibanding bulan sebelumnya.
  • Jumlah bongkar barang komoditas non migas secara keseluruhan sebesar 643.263 ton atau turun sebesar 22,44 persen di banding bulan sebelumnya. Jumlah muat sebesar 9.590 ton atau turun 53,67 persen dari sebelumnya.
  • Jumlah bongkar barang komoditas migas secara keseluruhan sebesar 591.550ton/liter atau naik sebesar 42,18 persen di banding bulan sebelumnya. Jumlah muat sebesar 518.906ton/liter atau naik 12,72 persen dari sebelumnya.
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *