GRAND DESAIN BONUS DEMOGRAFI UNTUK PERENCANAAN PEMBANGUNAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2018-2038

BONUS DEMOGRAFI adalah masa dimana angka beban ketergantungan antara penduduk usia produktif dengan penduduk usia tidak produktif mengalami penurunan sehingga mancapai angka di bawah 50. Artinya, setiap penduduk usia kerja hanya menanggung sedikit penduduk usia tidak produktif atau keadaan dimana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan penduduk usia muda dan lanjut usia. Untuk mendapatkan bonus demografi tersebut, maka kualitas sumber daya manusia (SDM) harus ditingkatkan secara maksimal melalui pendidikan, pengembangan dan peningkatan skill, pelayanan kesehatan dan penyediaan lapangan pekerjaan. Dengan begitu, SDM akan memiliki daya saing, inovatif dan kreatif dalam rangka memperkuat karakter diri dan bangsa, mandiri sehingga membantu mengurangi beban negara, dan memiliki kualitas sesuai dengan tuntutan perkembangan.

Menurut beberapa pengamat, pada tahun 2016 Indonesia sudah memasuki era bonus demografi, puncaknya diperkirakan terjadi pada rentang tahun 2028 – 2030. Terkait dengan itu, diperlukan strategi pembangunan yang berbasis pengelolaan kependudukan secara berkelanjutan.

Penduduk di Provinsi Jawa Tengah, pada tahun 2018 diperkirakan sudah berada pada momentum bonus demografi. Perkembangan penduduk di Jawa Tengah yang cukup terkendali menjadikan bonus demografi berjalan lebih cepat dibanding nasional. Berdasarkan data tahun 2017 (Susenas BPS 2017) jumlah penduduk produktif Jawa Tengah telah mencapai 67,64% atau angka rasio ketergantungan sebesar 47,8%. Kondisi demikian, tentunya diperlukan langkah antisipasi untuk mengelola dan memanfaatkan momentum bonus demografi, mengingat bonus demografi tidak hanya membawa peluang sebagai modal pembangunan tetapi juga membawa tantangan bahkan ancaman jika tidak dikelola dengan baik.

Sehubungan dengan itu, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2018 ini menyusun Grand Desain Bonus Demografi Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 – 2038, sebagaimana amanat Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 153 Tahun 2014 Tentang Grand Design Pembangunan Kependudukan.

Penyusunan Grand Desain Bonus Demografi Provinsi Jawa Tengah tersebut dimaksudkan guna menyediakan salah satu dokumen referensi yang berisi tentang arah kebijakan pengelolaan kependudukan untuk mendukung perencanaan pembangunan berbasis bukti di Jawa Tengah.

Sebagai salah satu proses penyusunan dokumen tersebut, pada hari Senin tanggal 14 Mei 2018, Bappeda Provinsi Jawa Tengah yang difasilitasi Kepala Bidang Pemerintahan Dan Sosial Budaya (Pemsosbud) Drs. Edi Wahyono, M.Si telah menyelenggarakan Focus Group Discussion, dengan maksud untuk mengumpulkan (menampung) data/informasi, menyamakan persepsi dan pemahaman yang diperlukan dalam analisis dan identifikasi permasalahan serta isu strategis dalam dokumen Grand Desain Bonus Demografi Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 – 2038.

Kegiatan FGD tersebut dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu sesi pertema pada pukul 09.00 – 11.45 WIB dengan topik pembahasan pendidikan, ketenagakerjaan dan ekonomi, dan sesi kedua pada pukul 13.30 – 15.45 WIB dengan topik kesehatan. Diikuti oleh sekitar 35 orang dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Tengah dan Instansi Vertikal Provinsi Jawa Tengah serta lembaga non pemerintah, diantaranya: Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Pendudukan Dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Badan Pusat Statistik, Dinas Komunikasi dan Informatika,  Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi,  Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah, Bank Jateng, Dinas Kepemudaan, Olah Raga Dan Pariwisata, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan, Dinas Perindustrian Dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, KOMDA Lansia, Dinas Ketahanan Pangan, RSUD Tugurejo, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Biro Kesejahteraan Rakyat SETDA, dan Yayasan Bhakti Bangsa Jakarta.

Dari diskusi interaktif dalam forum FGD tersebut diidentifikasi beberapa kata kunci sebagai isu strategis yang perlu memperoleh pembahasan mendalam dalam dokumen Grand Desain Bonus Demografi Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 – 2038, diantaranya : respon kebijakan pemerintah, produktivitas tenaga kerja, peningkatan kesejahteraan dan ketahanan penduduk, peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan dan keterampilan, kerawanan sosial/kriminalitas, penduduk rentan, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), penanganan stunting, peningkatan kesehatan reproduksi remaja, produktivitas lansia, dan peningkatan pelayanan KB utamanya Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Kepala Bidang Pemsosbud Bappeda Prov Jateng, Drs. Edi Wahyono, M.Si menegaskan bahwa, dengan disusunnya dokumen Grand Desain Bonus Demografi Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2038 tersebut, diharapkan permasalahan atau tantangan yang ada dapat dihadapi dan diantisipasi, peluang dan potensi yang tersedia dapat dikembangkan dan dikelola dalam suatu rencana berkelanjutan yang mampu dilakukan oleh seluruh OPD yang turut berperan aktif dalam pengelolaan pembangunan di Provinsi Jawa Tengah, utamanya bidang kependudukan, pengembangan sumber daya manusia, tenaga kerja, dan investasi. (Subbid Kesos Bidang Pemsosbud_Bappeda Prov Jateng_15052018)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *