FGD “Strategi Meningkatkan Kesejahteraan Petani dan Pekerja Bebas Pertanian Melalui Pengolahan Hasil Pertanian”(Permasalahan dan Strategi)

(30/12)Kemiskinan merupakan permasalahan multidimensi dan menjadi prioritas pembangunan baik di tingkat nasional, provinsi maupun Kabupaten/Kota. Dalam konteks perencanaan pembangunan, kemiskinan merupakan salah satu isu yang prioritas pembangunan. Pada RPJMN Tahun 2015-2019, kemiskinan menjadi salah satu permasalahan utama untuk diselesaikan. Demikian juga pada RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018, kemiskinan juga merupakan salah satu prioritas pembangunan Provinsi Jawa Tengah.

Pada kurun waktu Tahun 2013-2017, realisasi angka kemiskinan masih belum dapat mencapai target RPJMD. Pada Maret 2017, angka kemiskinan Jawa Tengah mencapai 13,01%, masih belum mencapai target RPJMD yaitu kisaran 11,30% – 10,83% pada Tahun 2017.

Strategi penanggulangan kemiskinan dilakukan melalui 4 cara yaitu :

  1. Mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin;

  2. Meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin;

  3. Mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro dan kecil;

  4. Mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.

Dalam rangka strategi meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin, salah satu sektor yang potensial untuk dikembangkan adalah pertanian. Hal ini didasarkan bahwa berdasarkan Susenas Tahun 2016 (BPS), kelompok masyarakat yang perlu didorong untuk mendapatkan pemberdayaan adalah pekerja bebas pertanian. Tantangan dan strategi yang perlu dirumuskan adalah memberdayakan petani, terutama pekerja bebas pertanian agar meningkat kesejahteraan melalui hilirasasi pertanian.

Berdasarkan Permendagri Nomor 42 Tahun 2010 tentang Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi dan kabupaten/kota, diperlukan penyusunan Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) sebagai rancangan kebijakan penanggulangan kemiskinan jangka menengah. Dalam rangka penyusunan strategi penanggulangan kemiskinan, diperlukan identifikasi isu, permasalahan dan analisis upaya penanggulangan yang telah dilakukan.

Berdasarkan uraian di atas, diperlukan Focus Group Discussion sebagai upaya untuk mengkaji isu dan permasalahan melalui pendekatan strategi penanggulangan kemiskinan. FGD ini difokuskan untuk membahas strategi meningkatkan kesejahteraan petani dan pekerja bebas pertanian melalui pengolahan hasil pertanian.

Maka dari itu Bappeda Provinsi Jawa Tengah mengadakan FGD “Strategi Meningkatkan Kemampuan dan Pendapatan Masyarakat Miskin” yang dilaksanakan pada kamis, 30 November 2017 di Ruang Sidang Lt. V Bappeda Provinsi Jawa Tengah Jl. Pemuda No. 127 – 133 Semarang dengan mengundang pembahas yaitu Prof. Dr. Ir. Sony Heru Priyanto, M.M(Universitas Kristen Satya Wacana) & Akhmad Syakir Kurnia, SE., M.Si, Ph.D (Universitas Diponegoro), Narasumber Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., PhD (Tenaga Ahli KOMPAK)​ & Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Diponegoro. “Peran Perguruan Tinggi melalui Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat bidang pertanian (peningkatan nilai tambah) dalam Penanggulangan Kemiskinan” serta mengundang peserta dari SKPD yang bersangkutan.

Acara FGD “Strategi Meningkatkan Kesejahteraan Petani dan Pekerja Bebas Pertanian Melalui Pengolahan Hasil Pertanian” bertujuan :

  1. Mendapatkan masukan perbaikan strategi penanggulangan kemiskinan dalam meningkatkan kemampuan dan pendapatan petani melalui peningkatan nilai tambah hasil pertanian.
  2. Merumuskan keterkaitan antar OPD dalam pemberdayaan petani melalui peningkatan nilai tambah hasil pertanian.

Materi FGD dapat diunduh di sini ===> DOWNLOAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *