Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) tahun ini memprioritaskan penanganan 14 daerah termiskin di Jawa Tengah. Beberapa diantaranya di Wonosobo, Pemalang, Kebumen, Brebes, Purbalingga, Rembang, Banjarnegara, Sragen, Banyumas, Klaten, Blora, Grobogan, Purworejo dan Demak.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Jateng, Prasetyo Aribowo menyampaikan ada 14 daerah yang diusulkan di pra-musrenbang, dalam kategori merah (kemiskinannya). Daerah itu yang persentase di atas provinsi dan nasional yaitu di atas 9 persen, 10 persen hingga 17 persen.

Karena itu, di musrenbang nanti, 14 daerah akan menjadi tugas bersama. Baik penanganan menggunakan APBN, APBD, atau masyarakat filantropi. Yang di antaranya berasal dari Baznas, CSR perusahaan, hingga mahasiswa tematik.

Terkait pemberdayaan mahasiswa, kata Prasetyo, mereka akan didorong kepada pemetaan kemiskinan. Dalam hal ini dititikberatkan pada data kemiskinan. Mengingat data merupakan hal paling penting.

“Data yang masuk, ada yang error, error itu bisa dua. Error tidak berhak dapat, dapat. Ada yang berhak, tidak dapat. Data itu penting,” terangnya.
Dikatakan, di 14 daerah itu akan diintervensi sejauh mana penanganan kemiskinannya. Meski 14 daerah akan difokuskan namun bukan berarti 21 daerah lainnya ditinggal atau terabaikan dalam hal penanganan.

“Di 21 daerah lain tetap kita dorong pada program pengentasan kemiskinannya. Baik mengurangi beban pengeluaran, mendapatkan kesehatan, meningkatkan pendapatan, termasuk sinergi dalam pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Dia menuturkan, di musrenbang yang dihelat di enam keresidenan di Jateng, bupati dan wali kota akan menyampaikan inovasi dan kreasi menangani kemiskinan. Mereka tidak akan dimintai usulan soal infrastruktur. Mengingat hal itu dimasukkan ke dalam sistem khusus.

“Bagaimana bupati dan wali kota menghadapi pengangguran. Caranya seperti apa. Ada yang bedakah?” ucapnya.
Selain itu, pemerintah juga fokus pada peningkatan sumber daya. Seperti mendorong partisipasi anak agar sekolah melalui SPP gratis, dan meningkatkan mutu pendidikan sekolah kejuruan. Agar lulusannya bisa langsung diterima di dunia industri.

Bahkan juga, musrenbangwil nanti juga akan memerhatikan nelayan dan petani, serta desa wisata. Dia menjelaskan untuk musrenbangwil mulai dari Purwomanggung yakni Purworejo, Temanggung, Wonosobo, Kota Magelang dan Kabupaten Magelang pada bulan Februari di Temanggung.
Selanjutnya, di Subosukawonoksraten yakni Sukoharjo, Boyolali, Surakarta, Wonogiri, Klaten, Karanganyar dan Sragen. Diadakan di Sukoharjo, Berikutnya di Barlingmascakeb yaitu Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Cilacap, dan Kebumen. Dihelat di Banyumas, pada bulan Maret.

Musrenbang selanjutnya di Bregasmalang meliputi Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Pemalang, serta Petanglong yakni Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan Batang, diadakan di Brebes. Setelah itu, ada di Wanarakuti meliputi Pati, Kudus, Jepara dan Banglor meliputi Rembang dan Blora. Diadakan di Jepara.

Terakhir di Kedungsapur meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Kendal, Demak dan Grobogan diselenggarakan di Kota Semarang.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

-